Menapaki Bumi Pertiwi Indonesia (Pulau Sempu, Air Terjun Madakaripura, Gunung Bromo)

Kami para pemuda Indonesia yang telah lelah dengan rutinitas perkuliahan sehari-hari merindukan sebuah liburan dengan nuansa alam. Karena keterbatasan dana yang dihadapi, kami kaum mahasiswa memutuskan untuk mencapai tujuan tersebut dengan traveling hemat ala backpaker saja, seperti kata Ika kita harus mengeluarkan modal yang sekecil-kecilnya dan memperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Hahaha mantaff bung….!

Jadi begini ceritanya. Acara ini dipelopori oleh saudara Abdur Rohman (Maman) dan saudari Ika. Saudara Maman ini adalah teman SMA saya (Rina). Maman dan Ika adalah mahasiswa sosiologi FISIP UNS angkatan 2010. Kalau jurusan saya mirip juga sih sama mereka, bedanya saya di FKIP dan nama prodinya Sosiologi Antropologi. Maman dan Ika share info di FB dan twitter tentang PURAPALA (pura-pura pecinta alam) bahwasanya mereka mengadakan acara ngetrip bareng pada tanggal 10 bulan Februari. Oh iya Purapala itu sendiri adalah suatu nama yang diciptakan oleh mas Maman dan kawan-kawan untuk menamai semacam forum tapi bukan forum juga, yah anggep aja pura-puranya jadi forum gitu yah… forum tersebut berfungsi sebagai wadah untuk siapa saja yang suka berpetualang baik jebolan pecinta alam maupun yang awam, baik laki-laki ataupun perempuan, baik yang tangguh maupun yang gemes-gemes, pokoknya kalau ada yang mau ikut ngetrip ya ayolah.. gitu deh hehe…

Nah trip PURAPALA kali ini adalah ke pulau Sempu, Madakaripura dan Gunung Bromo. Dari info yang dipublikasikan mereka merencanakan perjalanan ke 3 tempat ini dilangsungkan selama 4 hari, kemudian mereka share juga estimasi dana bla bla bla dan terakumulasikanlah kesemuanya itu bertotalkan Rp 400.000,- sudah bersih semuanya, dari transport, menginap, dan makan 3x sehari. Nah lo dengan anggaran segitu dan tujuan itu serta dalam waktu selama itu, bayangpun…. siapa coba yang gak tertarik??? Yaa sudah barang tentu saya tertarik banget lahh…. cuss!

Karena ketertarikan saya yang sedikit lebay maka saya ajaklah sahabat dahsyat saya yaitu Irena Fitrianingsih atau biasa dipanggil Rena. Dia tu temen kos saya, kuliahnya ambil jurusan ITP Pertanian UNS angkatan 2011, yang kebetulan dia ni punya list tempat-tempat yang ingin dikunjungi gitu, salah satunya Gunung Bromo. Dengan hasutan ini itu akhirnya dia mau ikut, tapi kok malah jadi gantian saya yang galau karena gak ada duit yah, aduhh piye nohh…. haha tapi tenang aja selama ada kemauan pasti ada jalan,, nah ini kemauannya kuat banget nih, pasti jalannya juga gedhe hahaha….Amin ya Allah!

Virus ajak-ajak pun menyebar lagi ke anak kosan yang lain yaitu Dian (Benk). Dia sebenarnya sudah ada rencana untuk traveling ke Malang pas sekitar tanggal itu juga, tapi karena ada tawaran ini yasudahlah dia milih untuk ikut Purapala saja, kapan lagi coba bisa ngetrip ke tiga tempat itu, bareng Rena dan aku pula hahaha… Oiya dia ikut bersama teman karibnya sejak SMP yaitu Novita. Novita ini anak UNSUD dengan jurusannya Kesehatan Masyarakat (bener gak noph?) sedangkan Benk adalah anak Pendidikan Kimia UNS.

Tanggal 10 pun tiba, yaitu hari dimana kita akan berangkat berpetualang bersama Purapala yang gak tau siapa saja anggotanya hihihi…. jam 8 malam kita briefing dulu ni di FISIP. Pas nyampe disana sudah ada Mas Maman dan beberapa orang lainnya. Yang saya kenali disana hanya Mas Maman dan Mas Toro. Mas Toro ini adalah teman sekelas saya+Maman waktu SMA. Dia sekarang kuliah di UNDIP Ilmu Perpustakaan. Kemudioan kami dikenalkan dengan Mba Ika dan Mas Yudha. Mba Ika tuh koordinator yang satunya Mas Maman, yang udah aku ceritain di awal tadi. Nah kalo Mas Yudha dia tu teman sekelasnya Mba Ika+Mas Maman. Dan ada 1 lagi anggota tim kami tapi belum dateng yaitu Mba Erni, dia adalah bibi nya mba Ika dari Bandung. Ciri-cirinya pokoknya dia yang paling kalem banget deh diantara kami semua hehe. Oke Brifing dimulai, dijelasin ini itu bla bla bla panjang lebar tapi tetep aja aku gak mudeng detailnya, ya pokoknya gitu garis besarnya. Brifing selesai lalu kita makan dulu di Burjo belakang kampus jalan kabut yang bawah. Kita janjian kumpul lagi jam 11.30 di gerbang kampus.

Perjalanan pun kita mulai……

Waktu itu jam 11.30 malem di gerbang belakang UNS kami berkumpul, lalu dilanjutkan dengan menyewa taksi gelora menuju stasiun jebres. Tahukah anda 1 mobil xenia itu diisi oleh 9 orang manusia dengan barang-barang rempongnya untuk menginap 4 hari. Kursi depan diisi oleh 1 orang cowo kece bernama Yudha yang memangku 2 karier besar, lalu di tengah diisi oleh 5 orang cewe cantik yaitu mbak Erni, gue (Rina), Novita, Rena dan Dian (Benk) bersama tas rempongnya, sedangkan baris paling belakang dihuni oleh 2 orang laki-laki besar Mas Maman dan Toro + 1 cewe manis Mba Ika. 15 menit kemudian sampailah kita di stasiun Jebres, masuk di ruang tunggu duduk-duduk masih canggung dan belum akrab. Maklumlah banyak diantara kami yang baru saja kenal dan baru bertemu dalam rombongan ini. Foto narsis pun dimulai, hahaha…. pancen ini bocah pada ya…

Setelah beberapa saat kami masuk ke ruang tunggu dalem. Nungguin kereta Matarmaja kali ini seperti nungguin pacar baru aja rasanya, deg-degan bukan main brayy, hahaha…. lebay.. sekitar pukul 00.40 kereta datang, kita naik, cari kursi dan cuss Malang. Hemmm hal yang paling ngeselin kalo naik kereta ekonomi tuh ya ini ni, pedagang asongan yang wira-wiri, sampai-sampai gak bisa tidur karena terganggu dengan tawaran kopinya.. hadehhh..

Yeeaaahhh akhirnya pagi pun tiba…..
Aku dan Rena terinspirasi bang juple 5cm yang menikmati alam dari pintu gerbong kereta. Ya sedikit alay gapapa lah ya tapi asiikk banget ternyata lho cahh, kalian harus coba hahayy…..

Okee sampailah kita di stasiun Kota Lama sekitar jam 8 pagi. Kita ritual bersih-bersih, sarapan soto, nyewa tenda, nawar angkot lalu jam 10 cuss menuju pulau Sempuuuu……

SAM_3583
**Soto Kota Lama**

Waktu itu kita nyewa tendanya 80 ribu kalo gak salah dan nyarter angkot biru sampai sendang biru seharga 250 ribu. Tapi perjalanannya men beeehh lama banget, jalannya naik turun, berlubang2 dan desek2 an di angkotnya. Jam 2 siang angkot kita sampai di sendang biru, masuk portalnya 1 orang dipatok harga 6ribu tapi kita 9 orang cukup kasih 50 ribu aja lah ya pak… hehehe. Siang itu pemandangannya kereeennn banget saudara, sampai-sampai saya terpukau melihatnya, begitu turun malah kesana kemari dewe poto2 gak jelas hahaha. Lalu kita sholat, ganti baju, makan, ngurus perijinan (yang artinya mbayar lagi, yaitu 30 ribu) dan jangan lupa nyewa sepatu tracking 10 ribu. Haha.. Kita nyewa sepatu yang khusus buat tracking sempu karena jalan menuju segara anakan berlumpur dan banyak ranting-rantingnya. Maka dari itu demi keamanan dan kenyamanan kaki, kita nyewa sepatu saja saudara hehe. Setelah siap semua jam 3 sore kita menyebrang ke pulau sempu dengan menyewa perahu seharga 100ribu PP. Kita diantar menuju seberang lalu keesokan harinya kita telepon minta dijemput lagi di tempat yang sama. Menyebrangnya cukup dekat kok, hanya butuh waktu 10-15 menit untuk sampai di sebrang. Tapi trackingnya meeeen, hemmmmmmmmmm…

2013-02-11-13-15-45

2013-02-11-13-16-05

PhotafPanoramaPicHD

**Sendang Biru**

Tracking pun dimulai…
Oh iya kita tidak menggunakan guide lho untuk tracking hutan sempu, karena irit di duit hehehe, mayan kan save 100ribu. Kita mengandalkan bos geng kita Mas Maman untuk mencari jalan lalu yang lainnya berbaris di belakang. Urutannya seperti ini ni (pada awalnya kalo gak salah) Maman, Ika, Mbak erni, Benk, Novita, Rena, Rina, Yudha, Toro. Sungguh luar biasa perjalanan waktu itu, rasanya pengen lambaikan tangan ke kamera karena berat dan jauhh, mungkin karena kita nenteng berbagai barang dan “udah lelah” di perjalanan sebelumnya jg x yaa.. tapi gak ada kamera di hutan ii, piye nooh?? Yaudah lanjutkan aja deh yaa.. berkali-kali kita break dan masih belum ada juga tanda-tanda mendekati pantai. Jalannya ternyata naik turun, berlumpur dan melewati pepohonan yang tumbang juga lho, melelahkan deh pokoknya. Sampai-sampai ni waktu istirahat kita mengheningkan cipta dulu untuk menangkap kalau-kalau ada suara ombak, yang menandakan tujuan sudah dekat, kadang kedengeran tapi kadang yang tertangkap hanyalah suara serangga krik krik krik hahahaha.. dan disini ni Mas Yudha buat lelucon di tengah kekucelan muka putus asa kami, ckckck sengaja nglucu kali ya tu mas nya? Masa lagu mengheningkan cipta seinget dia malah lagu belajar sekolah ciptaan Ibu Sud yang liriknya “oh ibu dan ayah selamat pagi, ku pergi sekolah sampai kan nanti… “ ohh mejikkk…. efek lama gak ikut pacaran, ehh upacara kali ya hahaha.. Piss mas!!

2013-02-11 15.01.54

SAM_3611
**muka kucel di tengah hutan**

Oh iya ada kejadian ngeselin nih pas kita udah jalan jauh banget, kita ketemu mas-mas yang udah pulang dari Segara Anakan, dia berjalan sendiri. Kita tanya ke dia, masih jauh gak mas? Anda tau apa jawabannya? “Wah masih jauh mas, ini belum ada setengahnya..” Hapaaaahhh???? Lemes seketika, mana hari sudah mulai gelap pula di tengah hutan.. huhu ibuuukkk…. oleh karena itu kita harus lebih cepet lagi agar tidak kemalaman di dalam hutan. Yohhh semangat semangat demi masa depan yang lebih baik, walaupun sudah bermandikan keringat dan capek bgt tapi kita harus Semangat!! padahhal ni sebenarnya pas ketemu mas yang tadi kita tu udah deket lho sama segara anakan, mas e marai gemess pengen nikung tenan og… #ehh.. salah fokus ya hahaha… ya kira-kira kita udah menempuh perjalanan ¾ nya lah, kurang ¼ lagi. Hemmmm…

Setelah sekian lama berjalan dan sekian banyak istirahat pada akhirnya ada titik terang dan kita melihat air men, yeeaaahhh seketika semangatnya menyala lagi dan mempercepat langkah kaki supaya cepat sampai di pasir putih walau harus melewati tebing-tebing dulu. Senang sekali rasanya bisa sampai disana, kita cewe-cewe rempong bisa sampai disana meeennn, sungguh amajing… Langsung berubah deh kita jadi cewe-cewe kece badaiiii yang Strong n Shiny. Haha… eh ternyata udah ada beberapa rombongan lain bray disana. Banyak juga yah yang berkunjung ke Sempu ternyata. Asiiiikkk banyak temenn.

Kita sampai di segara anakan sekitar jam 6 sore, istirahat sebentar di pasir, lalu bebersih, mendirikan tenda, ganti baju, sholat, masak mi instan, buat api unggun, ngobrol, melihat bintang setelah capek baru bersiap tidur hehe. Kita ngobrol kesana kemari, dari ngomongin orang, ngomongin diri sendiri sampai ngomongin tempat-tempat wisata alam yang pengen kita kunjungi. Banyak banget lah yang diomongin sampe lupa kemarin ngmong apa aja hehe. Setelah capek ngobrolnya lalu tidurlah kita. Atmosfer di segara anakan ternyata panas, dan kita cewe-cewe yang tidur ber-6 rasanya kaya dipanggang aja, udah sempit, gerah, ga bisa nafas pula. Sampai-sampai saya keluar dan sempat tidur di luar juga lho, tp krn sepi banget, gak ada temen tidur di luar dan takut jadi ya saya masuk lagi hehehehe…

Hari ke duaaa….
Kita bangun udah terang benderang langitnya, mungkin waktu itu jam 5.30. keluar dari tenda kaget karena airnya kok hilang, lagi surut ternyata.. lalu kita sholat subuh (padahal udah siang banget wkwk) dilanjutkan dengan naik ke tebing, foto-foto dulu disana turun lagi, main air, ngobrol di deket tenda, masak air, buat kopi, poto-poto lagi sampai jam 9. Setelah itu kita nyebur renang sampai jam 10.30 itu sudah panas sekali saudara. Selama kita nyebur di air isinya becandaan mulu, jadi berasa semakin dekat saja jarak diantara kami. Kebetulan tetangga sebelah kita keren-keren. Ada rombongan yang foto pre wedding dengan kamera bawah air dan ada juga rombongan kece yang buat video klip keren, sampai sekarang keunikan mereka masih juga menjadi bahan pembicaraan yang hangat dalam perbincangan kita hahaha.. Mereka membuat video klip dengan lagu Indonesia Pusaka. Keren deh mereka, anak muda yang mengekspresikan kecintaannya kepada tanah air dengan memainkan lagu tentang tanah air di tempat seindah sempu. Kita merasa iri dengan mereka, ingin bergabung dengan modus menjadi back ground padahal tujuannya mencari tulang rusuk hahaha. Dari situlah kita membahas tentang tulang rusuk, so terciptalah judul perjalanan kita yaitu “Ekspedisi Tulang Rusuk” hahaha

DSC_0162

DSC_0176

DSC_0166

dsc_0251.jpg

DSC_0172
**Segara anakan**

Setelah puas nyebur dan kepanasan kita beres-beres, ganti baju, packing, siap-siap pulang. Jam 11.40 kita meninggalkan segara anakan dan tracking lagi menuju sendang biru. Segara anakan di siang hari tuuuh baguuus bangeet menn, rasanya eman-eman dan enggan untuk meninggalkan tempat seindah ini. tapi apalah daya rasa itu sama besarnya dengan membayangkan beratnya menyebrangi hutan rimba menuju jalan pulang. Jadi ya gak terlalu sedih meninggalkan Laguna, karena pikiran telah terfokus untuk pada mental dan fisik untuk tracking hutan. Sekitar jam 2 kita sudah sampai di sendang biru disambut dentuman musik dari rombongan PKL Malang yang tamasya di sendang biru, ashoyy juga musiknya, bergoyanglah dulu sebentar nak hahahaha…. Acara dilanjutkan dengan mandi, sholat, balikin sepatu dan makan bakso dulu bray, 5ribu duit kalo gak salah harganya. Mayan lah buat ngisi perut.

DSC_0343
**muka kucel abis tracking**

Setelah beres semua, udah cantik, udah cakep dan udah kenyang kita mengajak pak sopir angkot biru cuss ke Malang lagi. Awalnya pak sopir menawari kita langsung menuju bromo tapi bayarnya 100ribu per orang, itu pun gak sampai di cemoro lawang. Ditambah lg kita harus mengembalikan tenda di Malang, so kita pilih menuju Malang saja dulu, nanti ke bromo nya ngecer ganti-ganti angkot tak apa lah. Di malang kita mampir di tempat mas sewa tenda dulu, lalu lanjut ke terminal Ardjosari. Karena sudah malam dan lapar lagi, kita harus mengisi perut dulu ni, waktu itu sekitar jam 7 malam. Seperti biasa kita makan level paling bawah yaitu pecel dengan harga 5 ribu tanpa minum karena ada aqua… huhuhuhu… cedih anet… tp gpp we are strong n shiny….. \^^/

Nah ini ni perjalanan yang paling amajing sepanjang masa, naik bis dari Malang menuju kota Probolinggo. Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dengan bis ekonomi bernama Harapan Baru tetapi tidak sesuai dengan namanya, pak sopir bis ini telah meruntuhkan harapan-harapan penumpangnya. Sepanjang perjalanan goyang kanan, goyang kiri, rem mendadak, pake acara emosian pula.. Heemmm sabar pak!! Hal ini lah yang membuat kita tidak bisa tidur dan penuh dengan kewaspadaan. Memang kita hanya ditarik harga 14ribu per orang, tapi nyawa pak ini yang dicangking sampeyan…. Baiklah kita sudah sampai di terminal Probolinggo sodara-sodara. saatnya galau mau lanjut naik Bromo sekarang atau besok…… tik tok tik tok tik tok…… Setelah ditimbang dan seterusnya, dirembug dan seterusnya, tanya harga angkot dan seterusnya maka diputuskan kita nginep dulu di probolinggo brayy… Maman dan Toro cari tempat untuk menginap lalu ditemukanlah sebuah mushola kecil, tempat yang selalu dikenang dalam hati karena telah menjadi pahlawan penyelamat kami dari kerasnya dunia malam di terminal. Hahaha apa lho…

Dan tiba-tiba……..
Selamat pagiii Probolongggoooooooo………
Kita bangun pagi banget sebelum subuh, supaya gak ganggu jamaah kalau ada yang mau sholat. Kita mandi, sholat, cari sarapan yang lagi-lagi kita pilih makanan spesial “pecel”. Kemudian kita naik bison seharga 50ribu/orang menuju Madakaripura dulu. Oh iya perjalanan kali ini, kita ditemani oleh Mister bule dari Jerman beserta Istrinya yang berdarah Indonesia namun ikut menetap di Jerman bersama suaminya. (FYI madam nya tu namanya Rina bray, aku liat nama di kopernya waktu itu hehe *abaikan…)

Trip kita di pagi yang cerah ini adalah menuju Air terjun tertinggi sejawa yaitu Air terjun Madakaripura, yuhuuuu… katanya ni, air terjun ini unik banget, selain air terjun utama, ada juga air terjun tirai yang mengalir di dekat air terjun utama. Hemmm gak sabar nih pengen liat tirai nya…

Nah, sampailah kita di parkiran madakaripura, udah terlihat tuh patungnya Gajahmada, yang katanya dulu beliau bertapa di air terjun ini teman-teman.

2013-02-13 07.39.22

Okehh.. lanjutkan perjalanan, menuju sungai. Pas lihat air sungainya sedikit kecewa sih, kita lihat airnya keruhh, coklat. Katanya bapak yang mengantarkan kita (guide) kemarin hujan deras, jadi airnya kotor. Ok gpp semoga air tirainya tetep cantik nantinya ya. Hehe..

DSC_0390

Untuk menuju ke air terjunnya, kita harus menempuh perjalanan dulu sepanjang kurang lebih 1 km menyusuri sungai. Karena jalur mulus yang pernah dibuat telah longsor jadi kita harus beberapa kali menyebrang sungai ni agar bisa menuju air terjun utama. Untung ada bapak guide jadi bisa tau jalurnya, hanya dengan membayar 50ribu saja kita sudah diantarkan dan dibantu menyebrangi sungai lho bray, itu pun bayarnya patungan sama bapak bule hihihihi…. mayan lah.
Wah ternyata bener kata orang-orang, air terjun ini kayak hujan abadi. Air yang jatuh dari tirai bener-bener mirip air hujan dan mengalir terus sepanjang tahun. Subhanallah sekali ciptaan Tuhan ini, luarrr biasaaa kereeen. Oleh karena itu, untuk menuju kesana kita harus menggunakan jas hujan atau payung guys supaya tidak basah, tidak ada jalan lain menuju air terjun utama, mau tidak mau harus melewati hujan abadi dulu, tp seger banget sumpah. Kalau temen-temen tidak membawa jas hujan, tenang disana ada yang menyewakan payung dan jas hujan juga kok. Tp karena kita tim yang hemat dan hebat jadi kita sudah mempersiapkan segala sesuatunyaa dong… Berubahhh “Sling” pake jas hujan dulu. Hehehe
Kalau temen-temen kesini jangan lupa bawa plastik yang banyak buat melindungi kamera. Eman-eman banget kan kalau kesini gak bawa kamera. Dan eman-eman juga kalo kamera kita rusak karena kena air disini. Pokoknya disini harus banyak foto dan kamera tetap terlindung dari air.

DSC_0414

DSC_0457
**Madakaripura**

Oke kita lanjutkan perjalanan yaa.. setelah puas foto-foto dengan mantol kece di Madakaripura, kita lanjut ke tujuan selanjutnya, Bromooooo beibbb… hyuukk cussss..
Sesampainya di Bromo kita mengantarkan madam dan mister dulu ke penginapan mahal, lalu barulah kita cari penginapan yang paling murah hahaha. Akhirnya kita nemu penginapan yang pas di kantong yaitu 100ribu/kamar tanpa batasan jumlah pemakai, okeehh kita ambil banget lahh. Kita masuk kamar, menaruh barang-barang, jalan-jalan cari makan, kesana kemari, lalu balik lagi di penginapan karena hujan. Brrrr dingin cuy. Sampai di penginapan ternyata para kaum adam sudah tertidur pulas . 2 orang besar memenuhi 1 ranjang dan 1 yang lain berada di ranjang sebelahnhya. Baiklah, mau tidak mau kita menggunakan tempat yang tersisa untuk tidur juga. Miris lhoh, 1 orang tidur dengan selimut hangat dan dikerumuni oleh 4 orang di sekelilingnya nyiahahaha… akhirnya yang dikelilingi bangun juga lalu kita atur posisi kembali dan tidur part 2 dimulai dengan posisi ala ikan pepes hemmmm gpp lah hahaha…

Sore telah tiba, kita keluar mencari udara segar dan kita melihat Gunung Bromo dari kejauhan. Berhubung cuaca mendukung maka kita ritual foto dulu biar tidak panik hehehe. Lalu sesi pemotretan kita lanjutkan di padang pasir saudara, jadi kita turun bukit dulu nih critanya. Jalannya kecil dan becek, ditambah lagi banyak takud (tai kuda) disana karena jalur itu biasa digunakan kuda mengantarkan wisatawan menyebrangi padang pasir menuju pura atau kawah. Nah ini si Benk juga buat lelucon ni disini, pas jalan pulang kan kita naik bukit nih otomatis deg-degan lah ya kecapekan, masa Benk bilang gini, “Aku deg-degan ini, mungkinkah aku sedang jatuh cinta?” hahahaha apaa cobaa…

DSC_0516

DSC_0502

DSC_0497

DSC_0479
**Sore hari di Bromo**

Magrib pun tiba, kita kembali ke penginapan, sholat lalu ngobrol sampai waktu isya, sholat lagi kemudian keluar mencari makan. Nah ini juga unik ni, karena keterbatasan dana kita membawa anget sari dan energen bray buat minum di warung, jadi minumnya kita pesen air panas tok. Dan juga pesen makannya nasi goreng setengah+telur, hahahaha lucu deh pokoknya. Karena bareng-bareng ya PD aja kitanya wkwkwk. Tapi ngakak abis kalo diinget-inget dan diceritakan kembali kejadian malam itu haha..

Oke waktu makan selesai, kita kembali ke penginapan lalu bersiap tidur. Posisi tidurnya 6 cewek dibagi 2 ranjang lalu cowoknya tidur di bawah men pakai sleeping bag hehehehe. Kita setting alarm jam 1 karena harus berjalan kaki menuju pananjakan 2 yang perlu ditempuh selama 2 jam.

Alarm berdering, kita bangun bersiap, masak mie dulu biar gak kelaparan di jalan lalu jam 2 lebih kita cuss penanjakan untuk menyambut sunrise. Dalam perjalanan kita ditemani dengan lampu senter dan ribuan bintang di langit, serta ada beberapa juga bintang jatuh, indah bgt pokoknya malam itu. Jalan yang kami telusuri pada awalnya beraspal tetapi menanjak, oleh karenanya kami beberapa kali istirahat untuk minum. Pas kita istirahat sih ya sante-sante aja duduk di mana pun, yang penting bisa duduk nyaman lah, padahal ni sebenarnya di sepanjang jalan tu banyak takud berceceran dimana-mana, karena gelap ya kita gak tau. Pas pagi turun dari penanjakan tuh baru kita tau dan sadar kalo kita tadi duduk diantara takud-takud hahaha.. Sedih..

Oh ya karena diantara kami belum ada yang pernah ke penanjakan 2, jadi kami hanya menerka-nerka saja kurang lebih inilah jalannya. Di tengah perjalanan kami sempat dibuat bingung oleh jalan mana yang benar, karena disana ada tangga ke atas dan ada juga jalan ke kiri. Sembari dicarikan jalan yang benar kita duduk-duduk dulu ni istirahat sebentar, dan jika ada yang lewat kami berniat untuk bertanya mana jalannya. Memang ada yang dateng sih waktu itu, tapi mereka bule semua hahaha pake bahasa Jerman pula, enggak mudeng buukk ngmong apa dah mereka. Yaudin gak jadi tanya deh. Kita andalkan Maman dan Ika saja lah yaa.. hehe.. Setelah beberapa saat mereka memberi tanda kalo bener jalannya lewat yang tangga, oke kita jalan lagi.

Sesampainya di penghujung bukit yang artinya sudah sampai di tempat tujuan alangkah bahagianya kami. Disana ada tempat duduk yang membujur di atas tebing, lalu duduklah kami bersembilan menghabiskan waktu sembari menunggu terbitnya sang mentari. Sempat bingung juga mataharinya terbit darimana? Malah main tebak-tebakan gak jelas, ada yang nebak dari sebelah kiri (timur), dari depan (selatan) ada juga yang menebak datangnya dari kanan (barat), haha waktu itu sebelah kanan lebih terang sih. Setelah beberapa waktu pengunjung yang datang semakin banyak, mulai dari turis asing yang berbahasa jerman, perancis, inggris dan cina sampai segerombolan mahasiswa dari UNJ yang ketika itu datang bersama rombongan. Waw tempatnya penuh deh, ok gpp kita udah duduk manis ini heheh..

Matahari pun mulai terbit, tapi saya rasa matahari pagi itu malu-malu memperlihatkan wajahnya, mau nongol aja pake ditutup-tutupi awan segala.. haha.. Karena menunggu terlalu lama perhatian kami malah tertuju pada hamparan pasir dan gunung bromo yang terlihat cantik dari atas bukit. Indah sekalii, tidak lupa kami narsis dulu donk di depan kamera hahaha… Oh ya pagi itu ada kejadian yang mengagetkan, ada bule yang jatuh terpeleset dari atas tebing tempat kita melihat sunrise, untungnya dia jatuh ke tempat yang tidak terlalu dalam. Tapi ya pasti tetep sakit. Huhu cepet sembuh ya mas..

DSC_0517

DSC_0544

DSC_0584

FxCam_1360795079078

Setelah matahari mulai meninggi dan puas berfoto ria kami turun untuk lanjut ke kawah bromo. Waktu perjalanan turun ditemukanlah sebuah masker hitam yang mengundang Yudha mengeluarkan satu kalimat dengan logat yang khas “Heyy, itu masker siapa?” karena kekhasan logatnya maka terciptakah kata beken yang ngetren diantara anak Purapala yaitu “Heyyy” ahahaha.. Selamat ya Yud, sudah sukses jadi trend setter… hahaha lanjutkan jalan..
Lalu setelah beberapa langkah berjalan bertemulah kami dengan sebuah kamar mandi yang slalu dikenang sepanjang masa yaitu kamar mandi dengan tarif Rp 5000,- hahaha.. banyak yang kena jebakan ni disini hehe sabar yaahh teman-teman,..

Oiya waktu itu ika ilang, ternyata dia lari duluan ke penginapan untuk pipis, pinter juga dia tidak kena jebakan kamar mandi zonk. Oke lanjutkan, kita mulai turun ke padangpasir untuk menuju pura dan kawah gunung bromo. Waah jauh juga ternyata ya? Sampai di pura aja udah keringetan, padahal harusnya kedinginan. Di padang pasir ini kita melihat ada banyak sekali pangeran berkuda dengan ciri khasnya pake sarung hehehehe, mereka adalah pak kusir kuda yang menyewakan kudanya untuk mengantarkan wisatawan menuju kawah bromo dengan harga 20ribu kalau gak salah.

Nah, sampailah kita di pura yang berada di bawah gunung batok dan di tengah padang pasir.

SAM_3736

SAM_3738

Keren ya letak puranya. Sembari istirahat kita tak pernah lupa untuk foto dulu pastinya. Melihat puncak bromo dari pura saja kami sempat ragu kuat gak ya mendaki gunung itu, tapi dengan kekuatan badai, kami saling menguatkan dan meyakinkan. Setelah beberapa saat istirahat kita lanjut menakhlukkan gunungan pasir. Yuhuuu kita sampai di tangga yang artinya satu langkah lagi kaak, ayoo semangat!!! Daaaan sampailah kita hahaha…. dengan bangaa dan bahagiaa….. tapi setelah melihat ke kanan kiri, ouuppss jurang, kawah, dalem, ngeri.. oh mejik duduk dulu biar tidak panik. Wkwkwk

DSC_0618
**Kawah Bromo**

Foto lagi kitaa, kesana kemari berpose tapi tetep dengan status siaga dan waspada (karena takut). Kemudian kita turun gunung ni, biar gak bosen kita melewati jalur yang berbeda menuju ke penginapan. Sekitar jam sebelas sampai di peradaban lagi lalu makan, beres-beres dan jam 12 kita cek out dari penginapan. Naik bison biru lagi deh kitaa, dengan membayar 25 ribu rupiah selama 1 jam kami bisa sampai di terminal probolinggo dengan selamat. Disinilah rombongan kita terpisah-pisah dengan tujuan masing-masing. Uuhh sedih banget… Ika, yudha dan mbak erni akan melanjutkan perjalanan backpaker sejatinya yaitu menuju pulau dewata, sedangkan benk dan novita yang telah terlanjur beli tiket pulang yang tertanggal hari esok, mereka menuju kota Malang. Dan yang lainnya Maman, Toro, Rena, Rina menuju surabaya untuk cuss pulang ke Solo.

Yaaahhh sampai di sinilah perjalanan kami. Sangat mengesankan, tak mungkin terlupakan, amazing, bisa buat crita ke anak cucu, keren deh pokoknya I LOVE U ALL!!

Semoga kita diberikan kesempatan lain untuk ngetrip bareng lagi! Aminnn ya Allah!!!

Iklan

7 thoughts on “Menapaki Bumi Pertiwi Indonesia (Pulau Sempu, Air Terjun Madakaripura, Gunung Bromo)

    • Sory baru buka blog lg ni ka’, hehe
      sama-sama kaka’ yudha atas dukungan dan inspirasinya.. okee tetep semangat buat berpetualang juga tapi yee?? hehe
      Salam purapala 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s